Misteri Sore Pekat

Kalian tahu kenapa motor disebut “monster ?” Rahma bertanya sambil membuka smartphonenya, dengan mengibaskan tangan di depan mukannya. Kami menungggunya duduk di tempat duduk trotoar jalan raya. Sambil celingukan samping jalan raya. Menatap kendaraan yang hendak lalu lalang satu arah. Taman di trotoar Kota Surabaya sudah hampir rimbun dan membaik disamping pertumbuhan kendaraan, juga semakin bertambah.

Rahma tersenyum, ia sudah menduga kalau kami memperhatikan seruannya untuk bercerita akan keadaan sore ini. Sontak ia paham, ini perjalanan pertama kalinnya menikmati sore dengan Aku dan Ardi di jalanan kota. Suara klakson motor, mobil bersautan berebut jalan pulang, seperti hal yang tak asing didengarkan di jalanan metropolitan.

Asyik bermain di trotoar jalan, kami di panggil Rahma untuk segera menyelesaikan dan bergegas pulang karena waktu sudah menunjukkan beranjak malam. Aku ingat Rahma menggunakan kerudung merah berdiri menunggu kami. Sempat ragu mengingatkan kami untuk segera mengajak pulang. Terlihat dari kedipan mata yang seakan memberikan teka-teki. “Emang bermainnya masih belum kelar?” tanya Rahma. Tiba-tiba Aku dan Ardi mengandeng tangan Rahma menuju kendaraan, hingga tak menjawab pertanyaan Rahma yang terucap sesaat. Rahma juga binggung dan bergegas menuruti kami. Rahma mengambil kemudi mobil untuk sementara, dikarenakan kami sudah capek untuk mengemudikan di sore itu. Rahma memainkan musik mobil hingga mengalahkan suara kendaraan di sekitar kita. Aku duduk di sebelah Rahma, dan aku sibuk tanya perihal pekerjaan Rahma, disalah satu media cetak ternama kota. ‘’Bagaimana bisa Rahma menikmati hari dengan bekerja di Media yang dinamis, bisa pulang tepat waktu?’’ Tanya Aku. Sontak Rahma terpancing berbicara banya tentang dirinnya dan sangat terbuka, bahkan hingga menyudutkan bahwa suatu saat Aku di suruh untuk dekat dengan anak media dengan alasan agar lebih nyaman, Bujuk dia untuk memberikan senyum terbaik untuk Aku.

Tak disadari, langit bagian selatan arah yang kami tuju untuk pulang sangat hitam pekat, bahkan seperti akan memasuki lorong waktu. Aku dan Rahma terkaget bagaimana dengan perjalanan pulang ini, sedangkan Ardi terlelap tidur di kursi mobil belakang. Rahma membenarkan pola kerudungnnya, aku pun mengaruk kepala hingga menoleh ke Rahma. “Iyaa sudah kan dekat lagi juga sampai “Kata  Rahma. Aku pun tak khawatir lagi dengan peryataan Rahma. Dia juga memastikan kalau hujan lebat dan angin kencang mending berhenti dulu. Dan paling saya ingat saat Rahma bilang kalau aku, Ardi basah kena hujan rahma juga tak takut untuk turut kena hujan. “Jadi kita jalan bersama“ mempertegas perkataan Rahma.

Awan semakin hitam pekat. Hingga tak mengenal waktu, padahal waktu masih menunjukkan sore hari. Rintik hujan mengawali depan kaca mobil kita. “rahma safety first yaaah, nyalakan lampu kotanya” Kata Ku. “Hmmm …. sudah lama sekali Aku tak pernah naik mobil di tengah badai hujan angin “ Aku mangut – manggut sok serius. Sesekali ia bercerita bagaimana jika hujan dan bagaimana yang dilakukan saat hujan begini, lanjut cerita di mobil Rahma mendominasi cerita, hingga aku tak berasa sampai tujuan di Jalan Sidney Garden L14, ini tandanya sampai tujuan lebih cepat.

Akan tetapi Rahma tak mau mengakhiri ceritannya, melanjutkan ceritannya hingga hujan reda, atau bahkan hingga Ardi bangun sekalian. Aku terperonggoh melihat Rahma padahal Dia plang kerja juga mengemudikan mobil hingga sampai rumah, masih terlihat di mukannya ceria dan tak terlihat capek. “Sungguh beruntung bagi seseorang, yang kelak menjadi pendampingnnya” Telisiki hatiku. Kini sore ku tak berasa seperti misteri, yang ada bisa jadi cerita misteri yang tak terjawabkan. Hingga aku masih penasaran dengan sosok Rahma ini, dan aku berdoa agar suatu saat akan dipertemukan kembali dengan Rahma dalam kesempatan baik.

****

Iklan

Sehari Backpacker-an ke Menjangan Island Disambut Lima Lumba-Lumba

Menjangan Island adalah sebuah destinasi wisata yang umum di kalangan pecinta diving bawah laut. Keindahan bawah lautnnya membuat spot yang terletak di antara Pulau Bali dan Banyuwangi itu sangat terkenal di kalangan turis mancanegara.

Sudah lama saya kepingin liburan yang berkesan tapi low budget. Solusinnya adalah jalan-jalan ala backpacer. Nah, kesempatan kali ini yang saya dapatkan hanya saat di long weekend kemarin. Tahu kan, kalau libur panjang, tarif akomodasi juga melambung. Saya ragu, bisa enggak ya menjalankan rencana backpacker-an. Ya sudah, di coba dulu saja, pikir saya lagi. Lets go!!

Hal Pertama yang disiapkan adalah fisik dan keperluan selama perjalanan. Saya mengemas kaos, peralatan mandi dan bersih-bersih, snack, powerbank, dan tentunnya sepatu yang dikenakan saat itu. Semua bekal tersebut hanya dimasukkan dalam satu tas yang simpel. Oke. Semua siap. Selanjutnnya mencari tiket kereta ke Banyuwangi.

Saya ingat, di Banyuwangi sepertinnya ada fasilitas rumah singgah buat backpacker yang berdekatan dengan stasiun. Saya berencana menginap di sana sebelum menyeberang ke Bali. Karena long weekend, saya mendapatkan harga tiket yang “pantas”. Tidak terlalu murah juga. Jumat pagi saya berangkat. Sebelum boarding kereta api, saya mengecek barang bawaan. Meskipun backpacer, safety tetap diperhatikan.

Beberapa jam kemudian, saya tiba di Stasiun Karangasem Banyuwangi. Dengan diisambut cuaca yang mendung. saya menanyakan alamat rumah singgah kepada orang sekitar. Ternyata, mereka sangat ramah. Ada yang bersedia mengantar meski tidak dibayar. Saya pun menolak dengan halus. “Terima kasih pak, saya berjalan saja, toh juga dekat” kata saya.

Sampai di rumah singgah ternyata, saya bertemu dengan banyak rombongan backpacker yang berencana esok menyeberang ke Bali. Esoknnya, udara pagi yang sejuk menambahkan semangat saya untuk melanjutkan perjalanan ke Menjangan Island. Saya berjalan kaki menuju pelabuhan ketapang. Dekatkah? Enggak! Tapi saya membawa kertas bertuliskan “mau ke Bali”. Nyari tumpangan maksudnya. Hehehe.

Eh, tak disangka, sebuah truk berhenti, saya pun berlari menghampiri pak sopir. Saya pun naik disamping sopir tersebut. Jadi menyenagkan karena kami saling bercerita. Ternyata, pak sopir juga orang Surabaya. Tak lama, kami tiba di Pelabuhan Ketapang. Saya sangat berterima kasih. Saya menikamati perjalanan di feri yang sangat sejuk.

Setiba di Bali, saya saya mencari informasi terkait pelayanan wisata Menjangan Island melalui Bali Barat. Untuk menuju ke pulau itu, saya bergabung dengan rombongan pengunjung lainnya. Dengan begitu, saya tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk menyewa kapal. Yakni, hanya Rp 55 ribu untuk sewa kapal pulang-pergi plus jatah makan satu kali.

Selama perjalanan, pemandangan indah memanjakan mata. Hamparan laut dan langit bir serta pasir putih bikin pikiran fresh. Serunnya, saya dan rombongan bertemu dengan lumba-lumba. Ada 5-6 ekor lumba-lumba yang seolah menyambut kedatangan kami. Itu sangat mengesankan karena lumba-lumba tak sembarang menampakan diri.

Di pulau menjangan, saya mengunjungi tiga diving spot. Namun, saya paling suka spot yang pertama. Tempat itu jarang dikunjungi turis indonesia karena memang belum banyak yang tahu kecuali warga lokal.

IMG_20151226_060728

Berbeda dengan dua spot lainnya, di spot itu, jenis terumbu karang dan biota bawah lautnya lebih beragam. Dari atas kapal saja, pemandangan cantik sudah terlihat. Seolah mengajak saya segera mencebu ke laut. Ikannya berwarna-warni. Sangat menyenangkan dan bikin betah. Tak terasa, saya menghabiskan waktu sejam di dalam air.

Di Pulau Menjangan juga terdapat habitat rusa dan kera liar. Sayang, menurut warga sekitar, jumlah hewan-hewan tersebut semakin menurun. Saya hanya sehari berada di Pulau Menjangan. Dua hari siannya saya habiskan dengan berbaur bersama warga lokal Bali Barat.

Saya menginap di rumah salah seorang warga lokal yang saya kenal dari komunitas backpacker indonesia. Saya belajar banyak dari kehidupan mereka sehari-hari yang masih menjunnjung tradisi. Tentunnya, juga lebih murah daripada menginap hotel. Seru kan backpacker-an itu!

***

Create Your Unlimited

(Bogor) Sejuta asa pasti akan terpancar dari setiap peserta Media Development Program NET Media. Yang kali ini peserta berbondong – bondong ke kota hujan ialah kabupaten bogor. Tentu, MDP ke V ini akan dihelat di kabupaten bogor jawa barat. Akan ditempatkan di Sentul International Convetion Center Bogor Jawa Barat.

IMG_20180713_203739.jpg

Apapun peserta yang sudah mendapatkan undangan mereka tentu bersiap mencari informasi tentang MDP maupun mempersiapkan hal apa saja yang perlu saat melakukan tes ini.

Demi menjadi bagian dari keluarga NET media. Peserta rela melakukan hal apapun untuk mencapai hal tersebut. Net media melakukan seleksi yang dinamakan Media Development Program yang dilakukan satunkali tiap tahunnya. Dan kali ini adalah peserta yang paling banyak tentunnya. Ada 50.000 orang yang akan mengantungkan asa nya di proses seleksi MDP V ini. Dari banyak peserta Net media akan melakukan proses tahp demi tahap. Mereka akan memilih dari 50.000 menjadi 450 orang yang akan mengikuti teken kontrak kerja dan menjadi bagian dari NET Media.
Satu kata yaitu Istimewa. Ini menjadi pengalaman kali pertama saya. Dengan grade Nasional, saya mendapatkan undangan dari net media untuk melakukan proses seleksi psikotes di SICC Bogor.

Dan ini memberikan pelajaran kepada saya akan lebih memperdalam apa kemampuan kita dan lebih mengenal diri kita. Dan sekelumit dari motivation letter saya di Media Development Program kali ini. walaupun hanya motivation tetapi peran ini yang mewakili saya.

MOTIVATION LETTER By Rahmat Akbar

“Hidup adalah sebuah bisnis yang menyenangkan, dan yang paling menyenangkan ketika ia hidup untuk orang lain.” Filosofi ini benar adannya. Inilah yang saya rasakan ketika pertama kali saya memegang tanggung jawab dalam mengelola sebuah event sederhana. Perasaan bangga, puas muncul dari sebuah keyakinan, karena ternyata saya bisa melakukannya. Hal inilah yang melatarbelakangi saya memilih dunia bisnis dalam studi lanjut di perguruan tinggi.

Mahasiswa adalah agent of change yang diharapkan memiliki sebuah solusi dalam segala hal. Selama 3,5 tahun, saya menjadi mahasiswa. Banyak bekal yang didapatkan di perkuliahan baik akademik maupun non akademik dalam bentuk beragam teori, aplikasi, dan sikap. Sikap, jujur, disiplin, percaya diri, tanggung jawab, amanah, kreatif, dan inovatif adalah karakter penting dalam mewujudkan hal tersebut.
Kegiatan Studi Ekskursi, Inagurasi Mahasiswa Administrasi Bisnis, Bincang Santai dan lain-lain adalah sederet event yang telah mengajari dan mendidik saya dalam memimpin/manajemen sebuah acara. Kegiatan tersebut memiliki efek positif yang luar biasa bagi saya. Karena, dapat meningkatkan dan mengembangkan potensi diri dalam berbicara di depan umum, bersosialisasi dan berbagi.
Sikap pekerja keras, pekerja cerdas, kreatif, energik, visioner, dan antusias membawa saya untuk bisa melakukan yang terbaik bagi koorporasi. Karena itu jugalah, besar keinginan saya untuk bergabung menjadi bagian dari perusahaan ini khususnya bidang Media Planner, perencana kegiatan media yang ditujukan dalam mencari keuntungan maksimal dengan biaya minimal.

Demikianlah sekilas gambaran motivasi diri saya yang ditulis apa adanya.
Doa dan bekal pasti perlu disiapkan dengan baik. Tak hanya itu, kita harus persiapkan kisi kisi bagaimana mengerjakan soal di proses seleksinnya. Dan seperti biasannya tes krapelin dan tes kepribadian dilakukan selama dua jam durasi pengerjaannya. Hal tersebut pasti sangat melelahkan, sebaiknnya peserta lebih siap dalam fisik maupun psikis.

Sehari setelah tes dilakukan. Maka saatnnya pengumuman peserta psikotes diumumkan dan unfortunately i couldn’t make it. dengan hasil ini menjadikan saya terus berbenah dan melewatinya dengan bersyukur.

Dan tentu kesuksesan tidak mungkin datang dengan sendirinnya tetapi kita harus datang menjemputnnya.(bara)